Juraganpalembang.id - Memasuki puncak kemarau, pasokan bawang merah dan cabai diprediksi akan berkurang. Akibatnya harga dua komoditi itu berpeluang naik. Kondisi ini dapat memicu terjadinya inflasi.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan,
pasokan bawang merah dan cabai perlu menjadi perhatian khusus, terutama memasuki musim kemarau.
Kepala DKPP Provinsi Sumatera Selatan, Ruzuan Efendi, menerangkan, kedua komoditas tersebut dinilai memiliki potensi tinggi memicu kenaikan inflasi apabila pasokan di pasaran terganggu.
“Pasokan bawang merah dan cabai harus terus dijaga agar stok di Sumatera Selatan tetap tersedia dan tidak memicu terjadinya inflasi,” ujar Ruzuan Efendi, Jumat 19 Juni 2026.
Untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan sejumlah langkah.
Seperti, dengan menjalin kerja sama antardaerah terhadap sejumlah provinsi sentra produksi bawang merah dan cabai.
Seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
Baca Juga: Program Kompor Listrik Lanjut 2027, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar
Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan serta harga komoditas strategis di pasar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Adapun untuk stok berbagai komoditas pangan, termasuk beras, dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Effendi mengatakan persediaan beras di Sumsel saat ini diperkirakan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan mendatang. ***