Palembang – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengajak seluruh pengurus Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih Sumatera Selatan untuk menjadi motor penggerak dalam merevolusi pola pikir kaum tani.
Ia menegaskan pentingnya mengubah orientasi petani agar tidak lagi sekadar menjadi kuli atau buruh di tanah milik mereka sendiri, melainkan bertransformasi menjadi pelaku usaha pertanian yang mandiri dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pelantikan pengurus organisasi tersebut untuk tingkat wilayah dan daerah kabupaten atau kota periode 2026 sampai 2031 di Griya Agung Palembang pada Minggu sore.
Herman Deru menekankan bahwa petani modern harus mampu memahami seluruh rantai bisnis pertanian, mulai dari proses produksi, pengolahan hasil panen, hingga strategi pemasaran digital.
Menurut Herman Deru, perubahan paradigma ini merupakan inti dari Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang telah digulirkan sejak akhir tahun 2021.
Baca Juga: Sinergi Pusri dan Kementan Dongkrak Daya Saing Kopi Arabika Kintamani di Pasar Global
Program tersebut didesain untuk mengubah mentalitas masyarakat dari yang semula konsumtif atau hanya menjadi pembeli, perlahan berubah menjadi produktif dengan memproduksi bahan pangan sendiri melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Melalui pendekatan ini, harkat dan martabat profesi petani diharapkan dapat terangkat sehingga generasi muda kembali bangga menekuni sektor agraris.
Selain mendorong penguatan jiwa kewirausahaan, Herman Deru juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi organisasi profesi petani agar tidak terseret ke dalam pusaran politik praktis.
Dengan tetap berdiri secara mandiri tanpa afiliasi partai politik, organisasi dinilai akan lebih leluasa dan objektif dalam memperjuangkan kesejahteraan petani, terutama dalam menekan biaya produksi dan mendorong hilirisasi komoditas lokal unggulan seperti kopi dan vanili.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih, Asril Naska, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mengawal visi tersebut.
Ia menegaskan komitmen lembaga untuk memberikan pendampingan total kepada para petani dari fase pra-tanam hingga pascapanen, serta berfokus pada penerapan teknologi modern dan sistem pertanian organik.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi dalam membangun sektor agraria, Asril bahkan menyebut Herman Deru sangat layak menyandang predikat sebagai Gubernur Pangan Indonesia karena telah menginisiasi program kedaulatan pangan jauh sebelum isu tersebut menjadi prioritas nasional.
Agenda pelantikan ini turut disaksikan oleh perwakilan dari Kodam Dua Sriwijaya, Polda Sumatera Selatan, Kejati Sumatera Selatan, pimpinan pangkalan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara Palembang, serta jajaran kepala dinas terkait. ***
Artikel Terkait
Rencana Pemadaman Listrik di Palembang dan Sekitarnya Hari Ini 22 Juni 2026,
Bank Nekat Minta Jaminan KUR di Bawah Rp100 Juta Siap-Siap Kena Sanksi Berat
Conten Creator Tidak Punya NIB, Ini Daftar Sanksinya
Keliling Kota Lebih Hemat, Intip Tarif dan Cara Beli Tiket LRT Palembang Terbaru 2026
Sinergi Pusri dan Kementan Dongkrak Daya Saing Kopi Arabika Kintamani di Pasar Global