Juraganpalembang.id - Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan, dengan minyak mentah Brent berada di kisaran USD 78 hingga USD79 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) di level USD74 hingga USD76 per barel.
Penurunan ini dipicu oleh kemajuan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran serta dibukanya blokade Selat Hormus.
Harga minyak dunia dikhawatirkan akan berdampak pada berkurangnya permintaan karet alam di pasar global.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga komoditas karet nasional, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan yang merupakan salah satu sentra produksi karet terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Kata Purbaya soal Tren Penurunan Harga Minyak Dunia Buka Peluang Harga Pertamax Lebih Murah
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia Sumatera Selatan (Apkindo Sumsel), Rudi Arpian, menyebut, adanya penurunan harga minyak akan membuat permintaan karet sintetis meningkat. Sementara permintaan karet alam akan turun.
Penggunaan karet sintetis dinilai lebih murah dan mudah diperoleh dibandingkan karet alam.
Menurutnya, karet sintetis merupakan salah satu pesaing utama karet alam dalam industri manufaktur, terutama untuk kebutuhan ban dan berbagai produk turunan karet lainnya.
“Ketika harga minyak dunia turun, biaya produksi karet sintetis juga ikut menurun. Kondisi ini dapat mendorong industri menggunakan lebih banyak karet sintetis karena harganya lebih murah dan pasokannya lebih mudah didapat. Hal tersebut tentu perlu diwaspadai karena bisa berdampak pada permintaan karet alam,” ujar Rudi Arpian.
Meski demikian, Rudi mengimbau para petani karet di Sumatera Selatan untuk tetap menjaga kualitas hasil produksi.
Salah satunya dengan memastikan kebersihan bokar (bahan olah karet rakyat) sejak di tingkat petani.
Baca Juga: Petani Sumsel Didorong Kuasai Bisnis Hulu-Hilir agar Tidak Hanya Jadi Buruh di Lahan Sendiri
"Petani harus terus menjaga kualitas karet dengan memastikan karet yang dijual bersih dan sesuai standar. Dengan kualitas yang baik, harga jual dapat lebih stabil dan daya saing karet alam tetap terjaga,” katanya.
Rudi menambahkan, upaya menjaga mutu karet menjadi langkah penting untuk mempertahankan nilai jual di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pergerakan harga minyak dunia.
Artikel Terkait
Bank Nekat Minta Jaminan KUR di Bawah Rp100 Juta Siap-Siap Kena Sanksi Berat
Conten Creator Tidak Punya NIB, Ini Daftar Sanksinya
Keliling Kota Lebih Hemat, Intip Tarif dan Cara Beli Tiket LRT Palembang Terbaru 2026
Sinergi Pusri dan Kementan Dongkrak Daya Saing Kopi Arabika Kintamani di Pasar Global
Program Kompor Listrik Lanjut 2027, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar
Petani Sumsel Didorong Kuasai Bisnis Hulu-Hilir agar Tidak Hanya Jadi Buruh di Lahan Sendiri
Ratu Dewa Dorong GMSSPK Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat Palembang
Kata Purbaya soal Tren Penurunan Harga Minyak Dunia Buka Peluang Harga Pertamax Lebih Murah
Pedagang Kaki Lima Kawasan Stadion Kamboja Palembang Mulai Kosongkan Lapak, Pemkot Lakukan Penataan
Pengusaha Palembang Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Akun Medsos ke Polisi, Dugaan Pelanggaran UU ITE