Menurutnya, Kopi Arabika Kintamani merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan reputasi yang sangat baik.
Melalui program ini, Pusri berupaya mendukung petani agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan kualitas dan karakteristik khas kopi Kintamani.
Dukungan juga diberikan oleh PT Pupuk Indonesia melalui penguatan ekosistem kopi secara menyeluruh, termasuk pemberdayaan UMKM dan pelaksanaan program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan.
Manfaat dari program ini sudah dirasakan langsung oleh para petani. Ketua Kelompok Tani Dapdap Putih Desa Awan, I Wayan Arsa, mengungkapkan bahwa penerapan rekomendasi budidaya dan pemupukan melalui demplot berhasil meningkatkan hasil panen secara signifikan. Ia menceritakan bahwa sebelumnya produksi kopi di kebunnya hanya sekitar 1,5 ton.
Namun, setelah mengikuti kegiatan demplot dan menerapkan rekomendasi yang diberikan, produksinya melonjak menjadi sekitar 3 ton. Hasil peningkatan ini diakuinya sangat membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka.
Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, perusahaan, dan petani, PT Pusri optimistis Kopi Arabika Kintamani dapat terus berkembang sebagai komoditas unggulan nasional yang mampu bersaing di pasar global, sekaligus mempertahankan keaslian cita rasa yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Bali. *
Artikel Terkait
Harga Emas Hari Ini di Palembang, Senin 22 Juni 2026
Rencana Pemadaman Listrik di Palembang dan Sekitarnya Hari Ini 22 Juni 2026,
Bank Nekat Minta Jaminan KUR di Bawah Rp100 Juta Siap-Siap Kena Sanksi Berat
Conten Creator Tidak Punya NIB, Ini Daftar Sanksinya
Keliling Kota Lebih Hemat, Intip Tarif dan Cara Beli Tiket LRT Palembang Terbaru 2026