Saat ini, harga karet mingguan di tingkat petani berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.
Sementara pada pasar perdagangan dan kontrak berjangka komoditas karet alam di Singapore Exchange (SGX), harga karet tercatat menembus kisaran Rp40.000 per kilogram.
Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), harga karet mulai bergerak naik, khususnya memasuki akhir bulan Juni 2026,
Harga bokar atau getah karet di OKI menyentuh Rp19.500 per kilo hasil panen bulanan. Peningkatan harga cukup stabil sejak bulan Mei ini, menjadi angin segar bagi para petani sekaligus penopang ekonomi, tepat saat harga berbagai kebutuhan pokok (sembako) mulai
melambung tinggi di pasaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tren kenaikan harga menunjukkan grafik positif, meski nominalnya belum sepenuhnya seragam di seluruh wilayah OKI.
Perbedaan harga sangat bergantung kualitas getah, durasi panen, dan persentase kadar karet kering (KKK).
Salah seorang petani karet asal Kecamatan Mesuji Raya, Rusman, bahwa harga jual saat ini salah satu yang tertinggi dan paling stabil di tahun 2026.
Baca Juga: Sinergi Pusri dan Kementan Dongkrak Daya Saing Kopi Arabika Kintamani di Pasar Global
"'Alhamdulillah, sekarang karet lagi mahal-mahalnya. Di tempat kami, untuk hasil panen karet mingguan harganya Rp18.500 per kilogram, sedangkan hasil bulanan sudah
tembus Rp19.500," kata Rusman, Minggu 21 Juni 2026.
Menurutnya, bagi petani lokal, menyadap (memahat) karet bukan sekadar profesi, tetapi karet menjadi satu-satunya urat nadi perekonomian keluarga.
Apapun kondisi harga di pasar, rutinitas ini pantang ditinggalkan demi dapur tetap mengebul.
"Kebun karet ini pendapatan utama kami satu-satunya. Hasil inilah yang dipakai makan sehari-hari dan membiayai kebutuhan keluarga," tegas Rusman.
Melihat tren yang menjanjikan sejak dua bulan terakhir, petani menaruh harapan besar supaya lonjakan harga seperti ini tidak akan berhenti.
"Kami sangat berharap harga terus naik, kalau bisa sampai Rp25.000 per kilonya. Supaya bisa memenuhi keperluan saat Lebaran tahun depan," harapnya. ***
Artikel Terkait
Bank Nekat Minta Jaminan KUR di Bawah Rp100 Juta Siap-Siap Kena Sanksi Berat
Conten Creator Tidak Punya NIB, Ini Daftar Sanksinya
Keliling Kota Lebih Hemat, Intip Tarif dan Cara Beli Tiket LRT Palembang Terbaru 2026
Sinergi Pusri dan Kementan Dongkrak Daya Saing Kopi Arabika Kintamani di Pasar Global
Program Kompor Listrik Lanjut 2027, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp815,56 Miliar
Petani Sumsel Didorong Kuasai Bisnis Hulu-Hilir agar Tidak Hanya Jadi Buruh di Lahan Sendiri
Ratu Dewa Dorong GMSSPK Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat Palembang
Kata Purbaya soal Tren Penurunan Harga Minyak Dunia Buka Peluang Harga Pertamax Lebih Murah
Pedagang Kaki Lima Kawasan Stadion Kamboja Palembang Mulai Kosongkan Lapak, Pemkot Lakukan Penataan
Pengusaha Palembang Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Akun Medsos ke Polisi, Dugaan Pelanggaran UU ITE