• Rabu, 24 Juni 2026

Dapur MBG Ditutup Saat Libur Sekolah, 10.000 Relawan Jabar Siap Kepung Jakarta

photo author
Putra S., JuraganPalembang.id
- Rabu, 24 Juni 2026 | 07:44 WIB
Ibu-ibu demo dukung MBG di depan kantor BGN. (Lintang Wibowo/Harianterbit.com)
Ibu-ibu demo dukung MBG di depan kantor BGN. (Lintang Wibowo/Harianterbit.com)

Jakarta - Serikat Pekerja Program Makan Bergizi Gratis wilayah Jawa Barat berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jakarta. Demonstrasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini, tepatnya tanggal 29 Juni 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap keputusan Badan Gizi Nasional. Lembaga tersebut memutuskan untuk menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi selama masa libur sekolah.

Perwakilan Serikat Pekerja, Muhammad Yusuf Miharja, menyatakan bahwa aksi ini akan diikuti oleh massa dalam jumlah besar. Pihaknya menargetkan sekitar 10.000 relawan dan mitra dari Jawa Barat akan berangkat menggunakan ratusan unit bus.

Gerakan ini diperkirakan akan meluas ke wilayah lain di Pulau Jawa. Sejumlah daerah tetangga seperti Banten, Jakarta, serta beberapa kota di Jawa Tengah dilaporkan sudah mulai melakukan konsolidasi untuk ikut serta.

Baca Juga: OJK Sumsel Jatuhkan Sanksi Disiplin ke Pegawai Terduga Penipu, Tapi Jenis Sanksinya Tak Dipublis

Para pekerja dan relawan merasa resah dengan kebijakan penutupan dapur tersebut. Menurut mereka, keputusan menghentikan operasional dapur saat libur sekolah tidak sejalan dengan komitmen awal program prioritas gizi nasional.

Sebelumnya, pihak berwenang menyampaikan bahwa program ini mengutamakan kelompok rentan di masyarakat.

Kelompok yang dimaksud meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak usia balita.

Namun, penghentian operasional selama masa libur sekolah menyebabkan distribusi gizi untuk kelompok rentan tersebut ikut terhenti. Kondisi ini memicu kebingungan dan pertanyaan besar di kalangan para relawan lapangan.

Selain berdampak pada masyarakat penerima manfaat, penutupan dapur ini juga memukul perekonomian para pekerja. Selama operasional dihentikan, para relawan serta penanggung jawab lapangan otomatis tidak mendapatkan insentif.

Koordinator Serikat Pekerja, Restu Risnandi Abdila, mendesak agar pengambil kebijakan lebih terbuka dan mau berdialog. Ia meminta agar setiap keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tidak diambil secara sepihak.

Menurutnya, komunikasi yang baik dengan mitra di lapangan sangat penting agar program tetap berjalan optimal. Penghentian program secara mendadak ini dinilai merugikan pekerja sekaligus masyarakat yang membutuhkan pasokan gizi. *

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Putra S.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Sembako Palembang 23 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 08:07 WIB